Buku harian otentik ini, yang ditulis oleh seorang siswi Wina dari usia 11 hingga 14 tahun, pertama kali muncul pada tahun 1919. Dengan nada ironis yang lembut, buku ini menceritakan pertemuan dan …
Dia dijuluki anak kandang karena kebiasaannya mengurung diri di bawah meja diantara kursi-kursi yang disusnnya sendiri, agar tak seorang pun yang akan menyentuhnya ataupun mendekatinya. Menghadapi …
A poor shoemaker becomes successful with the help of two elves who finish his shoes during the night.
Buku ini mengupas masalah Hoakiau di Indonesia ketika marak pembatasan etnis Tionghoa. Buku ini dibagi dalam sembilan surat yang dituliskan Penulis kepada sahabat penanya di luar negeri yang berisi…